Penghitungan Penciptaan Nilai

1. Pengukuran nilai dengan penggunaan arus kas

Yaitu penjumlahan dari seluruh arus kas yang telah didiskonto. ( net present value )

Nilai perusahaan = nilai sekarang dari free cash flow dari kegiatan operasi + nilai aset non operating

2. Analisis nilai pemegang saham

Rappaports corporate value ;

Nilai skrg dari arus kas operasi dlm periode perencanaan +

Nilai skrg dr arus kas operasi setelah periode perencanaan, +

Nilai saat ini sekuritas yg diperdagangkan & investasi jk pnjg

Estimasi arus kas masa depan :

Laba operasi – pajak – kenaikan aset tetap – kenaikan modal kerja = operating free cash flow

Nilai perusahaan = UTANG + EKUITAS

UTANG = nilai pasar dr utang jk psnjang + nilai pasar dr saham preferen

Economic profit

LABA EKONOMI =

PENJUALAN – BIAYA EKSPLISIT – BY IMPLISIT

by eksplisit : pengeluaran aktual perusahaan

By implisit : opportunity cost yang muncul karena aset perusahaan tidak digunakan untuk penggunaan terbaiknya.

Menghitung laba ekonomi dengan pendekatan entitas.

Laba ekonomi :

Laba operasi sebelum bunga dan setelah pajak – ( investasi x WACC )( weighted average cost of capital. )

Contoh :

Pt ABC memiliki WACC 12 % dan memiliki total aset sebesar Rp. 1.000.000..laba operasi sebelum bunga dan setelah pajak adalah 180.000, maka laba ekonomis :

180.000 – ( 1.000.000 x 12 % ) = 60.000

Manfaat laba ekonomi :

1. Laba ekonomi dapat digunakan untuk mengevaluasi opsi stratejik yang menghasilksn tingkat pengembalian untuk sejumlah periode tertentu

2. Dapat digunakan untuk melihat kinerja perusahaan relatif terhadap aset yang digunakan setiap tahunnya.

Fokus laba ekonomi dapat membantu manajrlemen untuk mengurangi aset aset yang tidak produktif , seperti nilai bahan baku yg terlalu tinggi dan aset tetap yang menganggur..

Kesulitan dalam laba ekonomi

1.laporan posisi keungan tidak mencerminkan modal yang diinvestasikan perusahaan ( tdk mncerminkan aset pada nilai sekarang, dari arus kas yg dihasilkan oleh aset tersebut di masa depan, laporan posisi keuangan biasanya menilai aset lebih rendah dibanding nilai wajar, aset dalsm posisi keuangan adalah HP – depresiasi.

2. Adanya tindakan manipulasi..laporan keuzngan berisikan angka angka yg sudah dimanipulasi untuk mencapai target keubtubgan yang sudah ditetapkan.

3. Kesulitan mengalokasikan pendapatan biaya, dan modal ke unitbbisnis produk atau pelanggan.

Econonic value added

EVA

= laba setelah pajak – total biaya modal

= laba x ( 1-tarif pajak) – ( WACC x ( total aset – liabilitas )

If EVA > 0 = perusahaan menciptakan kekayaan

If EVA negatif = perusahaan merusak nilai perusahaan.

Contoh :

Laba : 150 milyar

Total aset : 1 triliun

Liabilitas : 200 milyar

Wacc : 12 %

Pajak : 25 %

Laba setelah pajak

: 150 milyar x 75% : 112 m.500 juta

Total biaya modal :

1T – 200 M = 800M x 12 % = 96 M

EVA = 112.5 M – 96 M = 16.5 M

Berarti perusahaan mampu menciptakan kekayaan bagi pemilik sahamnya.

CFROI ( CASH FLOW RETURN ON INVESTMENT )

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, dibandingkan dengan kas ysng diinvestasikan perusahaan.

(Laba after tax + depresiasi + beban non cash lainnya ) : total modal yang diinvestasikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s